Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Finance

Harga Ayam di Kandang Anjlok, Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar

badge-check

Peternak memeriksa kondisi ayam broiler di dalam kandang di tengah melonjaknya biaya pakan pabrikan dan anjloknya harga jual di tingkat peternak. (SC: Foto: Ilustrasi / Dok. Redaksi) Perbesar

Peternak memeriksa kondisi ayam broiler di dalam kandang di tengah melonjaknya biaya pakan pabrikan dan anjloknya harga jual di tingkat peternak. (SC: Foto: Ilustrasi / Dok. Redaksi)

JAKARTA — Kondisi sulit kembali menghimpit para peternak ayam broiler mandiri di berbagai daerah. Harga jual ayam hidup (live bird) di tingkat kandang terus merosot hingga menyentuh angka Rp 20.000 sampai Rp 20.500 per kilogram (kg). Padahal, biaya modal atau Harga Pokok Produksi (HPP) peternak melonjak drastis hingga Rp 25.000 per kg.

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan bahwa peternak harus menanggung kerugian sebesar Rp 4.000 hingga Rp 5.000 untuk setiap ekor ayam yang dipanen. Jika kondisi ini berlangsung tanpa intervensi tegas dari pemerintah, ratusan peternak mandiri terancam gulung tikar dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

Biaya Pakan Jadi Biang Kerok

Kenaikan biaya produksi terutama bersumber dari melonjaknya harga pakan pabrikan yang kini mencapai Rp 9.700 hingga Rp 10.000 per kg. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya harga jagung di pasaran yang melampaui Rp 7.500 per kg, kenaikan harga bekatul, serta tekanan kurs terhadap pakan impor seperti bungkil kedelai (Soybean Meal).

Perwakilan Permindo, Asep Saepudin, mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga pakan ke kisaran normal Rp 8.000–Rp 8.500 per kg. Selain itu, peternak meminta pemerintah menyesuaikan harga acuan pembelian ayam hidup menjadi minimal Rp 24.000 per kg agar peternak tidak terus tergerus kerugian.

Pemerintah Usut Indikasi Permainan Pasar

Merespons jeritan peternak, Kementerian Pertanian (Kementan) menyoroti adanya ketimpangan harga antara tingkat produsen dan konsumen akhir. Meskipun harga ayam di kandang jatuh, harga daging ayam di tingkat pasar tradisional justru masih bertahan tinggi hingga Rp 40.000 per kg.

Menteri Pertanian menduga ada keterlibatan mafia atau rantai distribusi yang mempermainkan harga pasar. Pihaknya pun melayangkan surat resmi kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas pelaku usaha yang merugikan peternak dan konsumen.

Guna menyeimbangkan kembali pasokan dan harga, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan mulai memfasilitasi penyerapan ayam hidup oleh pelaku usaha besar, mengendalikan produksi bibit ayam (Day Old Chick), serta mengoptimalkan Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas cold storage.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dampak Domino Status Standalone MSCI: Ketika Pasar Saham Terisolasi, Ekonomi Ikut Terguncang

16 Okt 2026 - 15:00 WIB

Dampak Domino Status Standalone MSCI: Ketika Pasar Saham Terisolasi, Ekonomi Ikut Terguncang

Pasar Saham Anjlok 10%: Risiko Reklasifikasi MSCI Jadi Standalone Market Hantam IHSG

16 Okt 2026 - 13:21 WIB

Pasar Saham Anjlok 10%: Risiko Reklasifikasi MSCI Jadi Standalone Market Hantam IHSG

Subsidi LPG Tembus Rp100 T: Akankah Harga Gas 3 Kg Eceran Naik?

16 Okt 2026 - 09:00 WIB

Subsidi LPG Tembus Rp100 T: Akankah Harga Gas 3 Kg Eceran Naik?

Guyur Rp1,7 T per Tahun, Bisakah Danantara Selesaikan Krisis Dokter Spesialis dan Sanitasi?

16 Okt 2026 - 06:00 WIB

Guyur Rp1,7 T per Tahun, Bisakah Danantara Selesaikan Krisis Dokter Spesialis dan Sanitasi?

Sukses Rebound ke 5.943, IHSG Hari Ini Berpotensi Uji 6.000: Cek Rekomendasi ADMR hingga ISAT

15 Okt 2026 - 09:00 WIB

Sukses Rebound ke 5.943, IHSG Hari Ini Berpotensi Uji 6.000: Cek Rekomendasi ADMR hingga ISAT
Trending di Finance