Menu

Mode Gelap
Tren Penurunan Jumlah ATM Bitcoin Dunia Batasi Ruang Gerak Transaksi Fisik Mata Uang Kripto Presiden Prabowo Siap Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan RAPBN 2027 di DPR Besok Lupa Jabatannya demi Risol? Intip Momen Lucu Kedekatan Sherly Tjoanda dan Ashanty di Cinere Ketahanan Domestik Jadi Motor Utama, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global Kurs Rupiah Indonesia Melemah Drastis, Menkeu Minta Masyarakat Tak Panik: Ekonomi RI Tetap Kuat! Cara Melunasi Hutang Pinjol Tanpa Gali Lubang Tutup Lubang (Update Mei 2026)

News

Tren Penurunan Jumlah ATM Bitcoin Dunia Batasi Ruang Gerak Transaksi Fisik Mata Uang Kripto

badge-check


					Ilustrasi ATM Bitcoin yang tidak beroperasi di kawasan perkotaan. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI Perbesar

Ilustrasi ATM Bitcoin yang tidak beroperasi di kawasan perkotaan. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI")

Masyarakat yang terbiasa memanfaatkan fasilitas fisik untuk transaksi mata uang digital kini menghadapi keterbatasan akses.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari peluang.com, penyediaan perangkat atm bitcoin di tingkat global mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Jumlahnya merosot sebanyak 972 unit sepanjang periode Januari hingga pertengahan Mei tahun ini, menyebabkan total mesin turun dari 39.456 menjadi 38.484 unit.

Fenomena penurunan ini mulai terjadi sejak Maret lalu. Hal ini mencerminkan adanya hambatan baru bagi publik dalam menjangkau layanan pencairan atau pembelian kripto secara langsung, meskipun harga Bitcoin sempat menguat di awal tahun.

Kondisi tersebut paling dirasakan oleh pengguna di Amerika Serikat. Wilayah ini memimpin penurunan global dengan kehilangan bersih sebanyak 973 mesin atm bitcoin akibat penutupan operasional secara massal.

Penyusutan tajam di AS dipicu oleh kebangkrutan salah satu operator raksasa, Bitcoin Depot. Perusahaan tersebut kolaps setelah mengalami kerugian fatal akibat insiden pencarian ilegal atau pencurian senilai $4 juta, yang kemudian diperparah oleh pengetatan regulasi setempat.

Bagi masyarakat setempat, hilangnya fasilitas atm bitcoin ini tentu mengurangi opsi transaksi yang instan dan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, situasi berbeda terjadi di Kanada yang justru mencatatkan pertumbuhan positif dengan penambahan 185 mesin baru. Sementara itu, wilayah Uni Eropa hanya mengalami sedikit penurunan.

Meski ada pertumbuhan di beberapa wilayah, tren secara keseluruhan di pasar global tetap menunjukkan tekanan yang berkelanjutan.

Faktor kepatuhan hukum dan perlindungan keamanan kini menjadi penentu utama apakah layanan atm bitcoin tersebut dapat terus bertahan di tengah masyarakat atau justru semakin tersisih.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Siap Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan RAPBN 2027 di DPR Besok

19 Mei 2026 - 09:06 WIB

Presiden Prabowo Subianto sedang memberikan pidato di podium Rapat Paripurna DPR RI

Ketahanan Domestik Jadi Motor Utama, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

19 Mei 2026 - 01:31 WIB

Kurs Rupiah Indonesia Melemah Drastis, Menkeu Minta Masyarakat Tak Panik: Ekonomi RI Tetap Kuat!

18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kapolsek Pulogadung Minta Maaf Anggotanya Tolak Laporan Korban Perampokan

12 Desember 2021 - 21:07 WIB

Ilustrasi perampokan pengendara mobil. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Anies Punya Program Baru di YouTube, #daripendopo, Apa Itu?

12 Desember 2021 - 21:03 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan sambutan pada Pembukaan Jakarta Film Week 2021, Kamis (18/11) malam. Foto: Dok: Pemprov DKI Jakarta
Trending di Headline