KLIKINDEX.COM, RIYADH – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Kelompok milisi Houthi dari Yaman melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah infrastruktur penting di Arab Saudi, termasuk kawasan sekitar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Insiden yang terjadi sejak akhir pekan lalu ini memicu keprihatinan internasional, terutama terkait dampaknya terhadap operasional penerbangan sipil dan keselamatan jemaah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Bandara Ditutup, Penerbangan Internasional Terganggu
Guna mengantisipasi ancaman lanjutan serta melakukan prosedur pemeliharaan dan pemeriksaan keselamatan facilities, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengambil langkah tegas dengan memperpanjang penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Langkah ini berdampak langsung pada jadwal penerbangan domestik maupun internasional. Sejumlah maskapai penerbangan komersial internasional dilaporkan sempat menunda hingga membatalkan penerbangan menuju atau dari wilayah udara Arab Saudi demi keselamatan penumpang.
Penutupan rute transit di Riyadh ini memicu penumpukan calon penumpang dan perubahan jadwal (reschedule) bagi agen perjalanan wisata maupun travel umrah.
Kondisi Jemaah Umrah dan WNI di Arab Saudi
Merespons situasi keamanan yang berkembang, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui KBRI Riyadh memberikan konfirmasi mengenai kondisi warga negara Indonesia (WNI).
-
Jemaah Umrah Dipastikan Aman: Pemerintah memastikan jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Makkah dan Madinah saat ini dalam kondisi selamat. Aktivitas ibadah di dua Kota Suci tersebut masih berlangsung kondusif karena Houthi menyatakan kecualian serangan terhadap kawasan Makkah dan Madinah.
-
Kondisi WNI: Dilaporkan terdapat 2 orang WNI mengalami luka ringan akibat hantaman atau serpihan dari dampak benturan di area kerja fasilitas bandara. KBRI memverifikasi bahwa kedua WNI tersebut adalah pekerja di lokasi sekitar, bukan bagian dari rombongan jemaah umrah.
-
Penundaan Keberangkatan: Imbas dari penyesuaian jadwal maskapai dan penutupan jalur penerbangan transit tertentu, beberapa kelompok penerbangan jemaah umrah dari daerah di Indonesia—termasuk Makassar—sempat mengalami penundaan jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci.
Imbauan Keselamatan untuk Jemaah dan Travel Umrah
Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Agama mengimbau seluruh WNI serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengambil langkah-langkah antisipatif:
-
Fokus di Kota Suci: Jemaah yang sedang berada di Arab Saudi diminta untuk tetap tenang, memperbanyak ibadah di Makkah dan Madinah, serta membatasi perjalanan antar-kota yang tidak mendesak, khususnya yang mengarah ke wilayah Riyadh.
-
Cek Status Penerbangan: Calon jemaah umrah yang masih berada di Indonesia diimbau untuk terus berkoordinasi aktif dengan pihak maskapai dan travel guna memastikan ketersediaan rute penerbangan terbaru.
-
Pantau Informasi Resmi: Mengabaikan spekulasi liar di media sosial dan selalu merujuk pada pengumuman resmi dari KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas keselamatan penerbangan.
Pemerintah Indonesia bersama perwakilan di Arab Saudi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan dari waktu ke waktu demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh WNI serta jemaah umrah di Tanah Suci. (Klikindex)















