Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Finance

Subsidi LPG Tembus Rp100 T: Akankah Harga Gas 3 Kg Eceran Naik?

badge-check

Ilustrasi tabung gas LPG 3 kg di dapur rumah tangga, di tengah sorotan lonjakan anggaran subsidi energi pemerintah yang menembus angka Rp100 triliun. SC (Sumber): Dok. KlikIndex / Ilustrasi AI Perbesar

Ilustrasi tabung gas LPG 3 kg di dapur rumah tangga, di tengah sorotan lonjakan anggaran subsidi energi pemerintah yang menembus angka Rp100 triliun. SC (Sumber): Dok. KlikIndex / Ilustrasi AI

KLIKINDEX.COM, JAKARTA – Beban anggaran negara untuk menopang subsidi energi kembali menjadi sorotan tajam. Lonjakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di pasar global mendorong alokasi subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) melambung hingga mendekati angka fantastis Rp100 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pembengkakan ini tidak lepas dari melesetnya asumsi ICP awal.

“Ketika asumsi ICP berada di level US$78 per barel, anggaran subsidi LPG berada di kisaran Rp87 triliun. Namun, saat ICP melambung ke US$90 hingga US$100 per barel, beban subsidi kita membengkak mendekati Rp100 triliun,” ujar Bahlil dalam peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat.

Jurang Impor dan Tingginya Konsumsi Nasional

Selain faktor fluktuasi harga minyak dunia, tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan gas dari luar negeri menjadi pemicu utama rapuhnya fiskal negara di sektor energi.

Selisih angka impor yang sangat besar ini menguras devisa negara dan membuat nilai subsidi LPG 3 kg sangat rentan terhadap guncangan kurs serta kenaikan ICP global.

Akankah Harga Gas 3 Kg Eceran Naik?

Di tengah membengkaknya anggaran subsidi hingga Rp100 triliun, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi penyesuaian harga gas elpiji 3 kg di tingkat eceran (HET/Harga Eceran Tertinggi).

Meski tekanan terhadap APBN kian berat, pemerintah dipastikan mengambil langkah hati-hati. Alih-alih langsung menaikkan harga di masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM, pemerintah menempuh strategi berikut untuk menekan efisiensi:

1. Pengetatan Distribusi & Penindakan Pengoplos

Pemerintah memperketat aturan penyaluran LPG 3 kg agar benar-benar tepat sasaran bagi kelompok kurang mampu dan pedagang kecil, sekaligus menindak tegas praktik pengoplosan yang kerap memicu kelangkaan di tingkat eceran.

2. Operasional Kilang Domestik Baru

Resminya beroperasi Kilang LPG Cilamaya Karawang berkapasitas 160 ton per hari diharapkan mampu menyuplai 10%–15% kebutuhan LPG wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, sehingga mengurangi ketergantungan impor secara bertahap.

3. Riset Substitusi Gas Alternatif (CNG 3 Kg)

Pemerintah tengah menguji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kg sebagai energi alternatif. Karena memanfaatkan pasokan gas alam domestik (C1 & C2) yang melimpah, biayanya diklaim 30% hingga 40% lebih murah dibanding LPG impor.

Dampak Bagi Pelaku Usaha Mikro & Rumah Tangga

Bagi masyarakat umum dan pedagang kuliner skala kecil, kepastian pasokan serta stabilitas harga eceran gas melon tetap menjadi urat nadi harian. Peningkatan pengawasan penyaluran diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di pangkalan resmi tanpa memicu lonjakan biaya operasional di tingkat konsumen.

Masyarakat diimbau untuk selalu membeli LPG subsidi di pangkalan resmi sesuai ketentuan agar terhindar dari permainan harga eceran yang melampaui HET kawasan. (KlikIndex/Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dampak Domino Status Standalone MSCI: Ketika Pasar Saham Terisolasi, Ekonomi Ikut Terguncang

16 Okt 2026 - 15:00 WIB

Dampak Domino Status Standalone MSCI: Ketika Pasar Saham Terisolasi, Ekonomi Ikut Terguncang

Pasar Saham Anjlok 10%: Risiko Reklasifikasi MSCI Jadi Standalone Market Hantam IHSG

16 Okt 2026 - 13:21 WIB

Pasar Saham Anjlok 10%: Risiko Reklasifikasi MSCI Jadi Standalone Market Hantam IHSG

Guyur Rp1,7 T per Tahun, Bisakah Danantara Selesaikan Krisis Dokter Spesialis dan Sanitasi?

16 Okt 2026 - 06:00 WIB

Guyur Rp1,7 T per Tahun, Bisakah Danantara Selesaikan Krisis Dokter Spesialis dan Sanitasi?

Sukses Rebound ke 5.943, IHSG Hari Ini Berpotensi Uji 6.000: Cek Rekomendasi ADMR hingga ISAT

15 Okt 2026 - 09:00 WIB

Sukses Rebound ke 5.943, IHSG Hari Ini Berpotensi Uji 6.000: Cek Rekomendasi ADMR hingga ISAT

OJK Kirim Sinyal Bahaya Inflasi Pangan! Lakukan 3 Hal Ini Agar Finansialmu Tetap Aman

15 Okt 2026 - 09:00 WIB

OJK Kirim Sinyal Bahaya Inflasi Pangan! Lakukan 3 Hal Ini Agar Finansialmu Tetap Aman
Trending di Finance