JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat fondasi transformasi ekonomi nasional melalui pemanfaatan teknologi masa depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bersama sektor semikonduktor dan ekonomi digital kini diposisikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan strategis seiring komitmen pemerintah untuk mendongkrak produktivitas serta daya saing industri nasional di kancah global.
Penguatan Ekosistem Teknologi dan Industri
Pemerintah memandang bahwa penguasaan teknologi mutakhir tidak lagi menjadi pilihan sekunder, melainkan kebutuhan mendesak. Integrasi AI dan semikonduktor didukung oleh pengembangan pusat data (data center) serta penguatan talenta digital di seluruh daerah.
Langkah ini berjalan beriringan dengan agenda hilirisasi industri nasional. Kombinasi antara hilirisasi komoditas dan adopsi teknologi tinggi diyakini mampu menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian domestik.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Guna memastikan ketersediaan tenaga ahli yang mumpuni, pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi. Langkah taktis tersebut mencakup:
-
Digital Talent Scholarship: Pelatihan dan sertifikasi keterampilan digital bagi generasi muda untuk memenuhi kebutuhan industri teknologi.
-
Kemitraan Internasional: Kerja sama strategis lintas negara dan korporasi global, termasuk inisiatif desain semikonduktor bersama mitra teknologi internasional seperti ARM Holdings.
-
Insentif Fiskal: Pemberian dukungan berupa super tax deduction hingga 200% bagi industri dan dunia usaha yang berinvestasi aktif dalam program vokasi serta riset dan pengembangan (R&D).
Melalui kombinasi kebijakan fiskal, penguatan regulasi, dan akselerasi digitalisasi ini, pemerintah optimis struktur perekonomian Indonesia akan semakin tangguh, inovatif, dan siap menghadapi dinamika global di masa depan.















