YOGYAKARTA — Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan program Wakaf Hutan Berkemajuan sebagai langkah konkret memperkuat dakwah lingkungan di Indonesia. Dalam inisiatif ini, Muhammadiyah menyiapkan pengelolaan rehabilitasi hutan seluas 114 hektar yang tersebar di enam provinsi, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekowisata dan hutan pendidikan (edu forest) secara berkelanjutan.
Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarak, menjelaskan bahwa pemilihan angka 114 hektar tersebut bertepatan dengan momentum Milad ke-114 Muhammadiyah. Program ini dirancang bukan sekadar aksi seremonial penanaman pohon, melainkan pemulihan lahan jangka panjang yang dipadukan dengan pemetaan potensi ekologis serta pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal.
Lahan rehabilitasi tersebut saat ini tersebar di delapan titik lokasi, yakni:
-
Sumatera Utara: 2 titik
-
Lampung: 2 titik
-
Bengkulu: 1 titik
-
Banten: 1 titik
-
Jawa Tengah (Banyumas): 1 titik
-
D.I. Yogyakarta (Gunungkidul): 1 titik
Ke depan, kawasan hutan wakaf ini disiapkan agar dapat berkembang menjadi amal usaha yang produktif. Selain menjaga kelestarian ekosistem, lokasi yang memiliki karakteristik sesuai akan diarahkan menjadi destinasi ekowisata dan sarana pembelajaran lingkungan bagi publik.
Melalui tata kelola kelembagaan yang matang, Muhammadiyah optimistis program Wakaf Hutan Berkemajuan mampu memberikan dampak ganda: memulihkan kawasan kritis sekaligus meningkatkan kedaulatan ekonomi masyarakat sekitar.















