Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Finance

IHSG Anjlok ke Level 5.057, Terkoreksi 16,70% Sepanjang Oktober 2026

badge-check

Ilustrasi Suasana aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 5.057,05 pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mengunci akumulasi koreksi sebesar 16,70 persen sepanjang Oktober 2026. Perbesar

Ilustrasi Suasana aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 5.057,05 pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mengunci akumulasi koreksi sebesar 16,70 persen sepanjang Oktober 2026.

JAKARTA,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan akhir pekan di zona merah pada Jumat (30/10/2026). Penurunan indeks domestik ini sekaligus mengunci kinerja buruk pasar saham sepanjang bulan kesepuluh tahun 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot 41,01 poin atau setara 0,80 persen hingga parkir di posisi 5.057,05 pada sesi penutupan. Pelemahan pada akhir pekan ini melengkapi akumulasi koreksi IHSG yang mencapai 16,70 persen sepanjang Oktober 2026.

Tekanan Aksi Jual Investor Asing

Pelemahan indeks pada perdagangan hari ini dipicu oleh maraknya aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing. Hingga akhir sesi perdagangan, arus modal keluar tercatat mencapai nilai total Rp140,27 miliar.

Langkah pelepasan aset oleh investor asing ini menekan pergerakan saham-saham utama di bursa, terutama saham berkapitalisasi besar (big-cap). Dua saham berkapitalisasi jumbo yang menjadi beban utama indeks pada perdagangan kali ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sektor Transportasi dan Barang Baku Anjlok

Hampir seluruh sektor saham mengalami tekanan, namun sektor transportasi dan logistik mencatatkan penurunan paling tajam. Sektor ini memimpin pelemahan bursa setelah anjlok sebesar 3,13 persen dalam sehari.

Selain sektor transportasi, tekanan berat juga melanda sektor barang baku (basic materials). Sektor barang baku merosot hingga 2,84 persen dan menyumbang sentimen negatif yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.

Kombinasi aksi jual investor asing serta merosotnya saham-saham sektor transportasi dan barang baku membuat IHSG tak mampu keluar dari tekanan hingga penutupan perdagangan bulan Oktober.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BPS Catat 10 Juta Kelas Menengah Turun Kelas dalam 5 Tahun Terakhir

30 Okt 2026 - 09:30 WIB

BPS Catat 10 Juta Kelas Menengah Turun Kelas dalam 5 Tahun Terakhir

IHSG Rawan Koreksi: Menanti Keputusan Suku Bunga AS Serta Kepastian Strategis dari RUPSLB BEI

28 Okt 2026 - 10:25 WIB

IHSG Rawan Koreksi: Menanti Keputusan Suku Bunga AS Serta Kepastian Strategis dari RUPSLB BEI

Rusia Lepas Puluhan Ton Emas di Tengah Tekanan Sanksi, China Jadi Pembeli Utama

28 Okt 2026 - 08:14 WIB

Rusia Lepas Puluhan Ton Emas di Tengah Tekanan Sanksi, China Jadi Pembeli Utama

Harga Emas Antam 27 Oktober 2026 Naik Jadi Rp 2,55 Juta per Gram

27 Okt 2026 - 10:33 WIB

Harga Emas Antam 27 Oktober 2026 Naik Jadi Rp 2,55 Juta per Gram

APBN 2027 Tembus Rp4.000 Triliun, Pemerintah Ingatkan Sektor Swasta Jadi Motor Utama

26 Okt 2026 - 19:23 WIB

APBN 2027 Tembus Rp4.000 Triliun, Pemerintah Ingatkan Sektor Swasta Jadi Motor Utama
Trending di Finance