JAKARTA, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan akhir pekan di zona merah pada Jumat (30/10/2026). Penurunan indeks domestik ini sekaligus mengunci kinerja buruk pasar saham sepanjang bulan kesepuluh tahun 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot 41,01 poin atau setara 0,80 persen hingga parkir di posisi 5.057,05 pada sesi penutupan. Pelemahan pada akhir pekan ini melengkapi akumulasi koreksi IHSG yang mencapai 16,70 persen sepanjang Oktober 2026.
Tekanan Aksi Jual Investor Asing
Pelemahan indeks pada perdagangan hari ini dipicu oleh maraknya aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing. Hingga akhir sesi perdagangan, arus modal keluar tercatat mencapai nilai total Rp140,27 miliar.
Langkah pelepasan aset oleh investor asing ini menekan pergerakan saham-saham utama di bursa, terutama saham berkapitalisasi besar (big-cap). Dua saham berkapitalisasi jumbo yang menjadi beban utama indeks pada perdagangan kali ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Sektor Transportasi dan Barang Baku Anjlok
Hampir seluruh sektor saham mengalami tekanan, namun sektor transportasi dan logistik mencatatkan penurunan paling tajam. Sektor ini memimpin pelemahan bursa setelah anjlok sebesar 3,13 persen dalam sehari.
Selain sektor transportasi, tekanan berat juga melanda sektor barang baku (basic materials). Sektor barang baku merosot hingga 2,84 persen dan menyumbang sentimen negatif yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Kombinasi aksi jual investor asing serta merosotnya saham-saham sektor transportasi dan barang baku membuat IHSG tak mampu keluar dari tekanan hingga penutupan perdagangan bulan Oktober.

















