MOSKOW — Bank Sentral Rusia tercatat secara masif mencairkan cadangan logam mulia miliknya di tengah meningkatnya tekanan anggaran dan sanksi ekonomi. Sebagian besar pasokan emas tersebut mengalir deras ke kawasan Asia dan diborong oleh China sebagai pembeli utamanya.
Berdasarkan data pasar keuangan global, pengurangan cadangan emas Rusia terus berlanjut seiring tingginya kebutuhan pembiayaan domestik. Pada bulan September saja, Moskow melepas sekitar 6,2 ton emas, sehingga total pengurangan sejak awal tahun mencapai sekitar 62 ton.
Para analis mencatat, kecepatan penjualan cadangan emas sebesar ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam sejarah modern Rusia sejak krisis finansial tahun 1998. Kendati demikian, cadangan resmi Rusia secara keseluruhan masih berada di kisaran angka yang sangat besar, yakni melampaui 2.260 ton.
Defisit Anggaran dan Jalur Alternatif Hong Kong
Menurut pengamat pasar komoditas, langkah Moskow ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk menambal defisit anggaran di tengah tingginya alokasi belanja pertahanan serta sanksi ekonomi berlapis dari negara-negara Barat.
Karena pasar tradisional utama di Barat (seperti London dan New York) tertutup akibat sanksi, perdagangan emas Rusia mengalihkan jalurnya secara signifikan. Berdasarkan data perdagangan internasional, sekitar 100 ton emas asal Rusia tercatat masuk melalui Hong Kong dalam beberapa bulan pertama tahun ini—melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Penjualan cadangan ini dilakukan di luar pasar emas konvensional London, dengan lembaga atau pihak dari Tiongkok sebagai pembeli utamanya,” ujar Adam Stroniawski, pengamat pasar logam mulia, seperti dilansir Euronews.
Apa Dampaknya bagi Harga Emas Dunia?
Meskipun melibatkan volume hingga puluhan ton, para pelaku pasar dan analis komoditas menilai bahwa dampak langsung penjualan ini terhadap harga emas acuan global (spot gold) tergolong sangat kecil, bahkan bisa diabaikan.
Ada beberapa alasan utama mengapa aksi “obral” emas Rusia tidak mengguncang pasar global:
-
Transaksi di Luar Bursa Terbuka: Penjualan tidak dilakukan secara terbuka di bursa berjangka utama (seperti LBMA), melainkan lewat jalur bilateral dan alternatif (seperti lewat Hong Kong), sehingga tidak memicu kepanikan pasar (panic selling).
-
Pelepasan Secara Bertahap: Volume besar tersebut dicairkan secara berkala dari bulan ke bulan, memberi waktu bagi pasar untuk menyerapnya secara proporsional.
-
Tingginya Permintaan Global: Pasokan yang dilepas Rusia langsung terserap habis oleh tingginya aksi beli (demand) dari bank sentral negara-negara non-Barat serta investor global yang mengantisipasi ketidakpastian geopolitik dan tren de-dolarisasi.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran poros likuiditas dan rantai pasok logam mulia dunia dari pusat keuangan tradisional di Barat menuju pusat-pusat finansial alternatif di Asia, di tengah upaya negara-negara non-Barat memperkuat cadangan strategis mereka.
















