JAKARTA – Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi memperingati Hari Keuangan Nasional (HORI) ke-80 pada Jumat (30/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, APBN Kuat” untuk mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional.
Momentum bersejarah ini menandai 80 tahun penerbitan Uang Republik Indonesia (ORI) pertama kali pada 30 Oktober 1946. Kehadiran ORI kala itu menjadi bukti nyata kedaulatan finansial bangsa Indonesia di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Menjaga Anggaran Sehat di Tengah Gejolak Global
Pemerintah terus menekankan pentingnya pengelolaan anggaran negara yang kredibel, akuntabel, dan transparan. Langkah strategis ini menjadi penopang utama kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) konsisten memperkuat alokasi fiskal pada berbagai program prioritas nasional. Kebijakan ini memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat.
APBN sebagai Perisai Ketahanan Ekonomi
APBN berperan penting sebagai peredam risiko (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat dari dampak inflasi dan fluktuasi harga komoditas dunia. Penguatan kedaulatan APBN fokus pada efisiensi belanja negara serta optimalisasi penerimaan negara yang adil.
Melalui komitmen tersebut, Kemenkeu optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas makroekonomi secara konsisten. Langkah ini sekaligus memperkokoh pondasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas.















