JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pemulihan tajam sepanjang pekan ini. Pasar saham domestik melesat 7,38 persen dan mendorong nilai kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus angka Rp10.524 triliun.
Kenaikan signifikan ini menandai kebangkitan pasar modal Indonesia setelah sempat mengalami tekanan pada pekan sebelumnya.
Akumulasi Big Caps dan Lonjakan Transaksi Harian
Penguatan indeks sepanjang pekan ini ditopang aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Saham sektor perbankan dan pendorong utama indeks lainnya kembali diburu investor setelah harganya menyentuh level jenuh jual (oversold).
Gairah pasar juga terlihat jelas dari aktivitas perdagangan harian. Data BEI mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 4,14 persen menjadi 2,51 juta kali transaksi dari posisi sebelumnya 2,41 juta kali.
Peningkatan frekuensi ini mengindikasikan partisipasi aktif dari investor ritel maupun institusi yang memanfaatkan momentum rebound teknikal.
Faktor Pendorong Penguatan Pasar
Beberapa faktor kunci yang memicu penguatan IHSG pekan ini meliputi:
-
Faktor Teknikal: Terjadinya oversold rebound saat indeks menyentuh level support kritis. Kondisi ini memicu aksi bargain hunting atau pembelian saham-saham berfundamental kuat yang harganya sudah terdiskon.
-
Arus Dana dan Sentimen Makro: Penyesuaian arus modal serta stabilitas indikator makroekonomi domestik memberikan kepastian bagi pelaku pasar untuk menambah bobot portofolio mereka.
-
Likuiditas Pasar yang Kuat: Lonjakan nilai dan frekuensi transaksi harian memastikan proses pembentukan harga berjalan efisien selama fase kenaikan.
Prospek pergerakan IHSG pada pekan berikutnya akan sangat bergantung pada konsistensi arus modal asing serta rilis data ekonomi terbaru, baik dari dalam negeri maupun kawasan regional.

















