Kelangkaan pasokan iPhone Duo di pasar global kini makin parah. Lonjakan permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan unit memicu kemunculan harga tengkulak hingga melambung tinggi di pasar gelap (black market).
Sejak peluncuran resminya, peminat ponsel layar lipat perdana milik Apple ini harus menghadapi masa tunggu prapemesanan (indent) hingga berbulan-bulan. Tingginya angka antrean pembeli membuat sebagian calon konsumen memilih jalur cepat meski harus membayar harga jauh melebihi harga anjuran pabrik.
Efisiensi Produksi Foxconn Masih Terhambat
Akar utama dari kelangkaan ini berasal dari fasilitas perakitan utama Apple, Foxconn. Laporan Rantai Pasok menyebutkan bahwa tingkat kelayakan produksi (yield rate) engsel titanium dan panel layar lipat iPhone Duo 256GB masih tertahan di angka 60 persen.
Toleransi presisi komponen yang sangat ketat membuat banyak unit gagal melewati standar kontrol kualitas (quality control). Akibatnya, pasokan unit matang yang siap kirim ke distributor resmi menjadi sangat terbatas.
Harga Naik Hingga Puluhan Persen di Pasar Gelap
Kondisi pasokan yang tersendat ini langsung dimanfaatkan oleh pedagang tidak resmi dan calo (scalper). Di beberapa platform e-commerce dan toko non-resmi, harga iPhone Duo dilaporkan melonjak hingga 30–50 persen dari harga rilis resminya.
Pembeli yang enggan menunggu masa indent berbulan-bulan terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan unit secara langsung. Pihak analis memperkirakan fenomena lonjakan harga ini masih akan terus bertahan hingga Foxconn berhasil mengoptimalkan lini produksinya pada kuartal mendatang.














