Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Finance

Pasar Modal RI Di Ambang Turun Kelas, OJK dan BEI Didesak Pembenahan Internal

badge-check

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta dengan latar belakang visual grafik pergerakan saham yang menunjukkan tren penurunan. Wacana penyesuaian status pasar modal Indonesia oleh MSCI memicu desakan agar OJK dan BEI segera membenahi transparansi serta tata kelola internal bursa.

Source (SC):Foto: Ilustrasi/Klikindex Perbesar

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta dengan latar belakang visual grafik pergerakan saham yang menunjukkan tren penurunan. Wacana penyesuaian status pasar modal Indonesia oleh MSCI memicu desakan agar OJK dan BEI segera membenahi transparansi serta tata kelola internal bursa. Source (SC):Foto: Ilustrasi/Klikindex

JAKARTA, KLIKINDEX.COM – Wacana penurunan status (downgrade) pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) memicu sorotan publik. Lembaga penyedia indeks global tersebut membuka konsultasi untuk mengkaji potensi pengubahan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Situasi ini memantik perhatian berbagai pihak, termasuk diplomat senior dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal. Ia menilai pemerintah serta otoritas bursa tidak sepatutnya merespons wacana ini dengan sikap defensif.

Bukan Musuh yang Harus Dilawan

Dino menegaskan bahwa MSCI bukanlah lawan politik maupun pihak yang berniat menjatuhkan perekonomian Indonesia. Sebagai organisasi non-pemerintah yang independen, MSCI beroperasi sebagai acuan (benchmark) objektif bagi para investor institusi tingkat global.

“MSCI itu ibarat wasit netral. Mereka bekerja berdasarkan kriteria data dan kalkulasi risiko teknis, bukan atas dasar narasi politik,” ujar Dino dalam keterangannya.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak dalam narasi keberanian retoris (macho nationalism). Menghadapi dinamika sektor keuangan global membutuhkan transparansi data, regulasi yang transparan, serta kepastian hukum.

Ajang Pembenahan Tata Kelola Bursa

Sejumlah analis dan praktisi pasar modal mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk segera mengambil langkah kongkret. Fokus utama yang perlu mendapat perhatian meliputi transparansi porsi kepemilikan saham publik (free float), kejelasan beneficial ownership, dan penanganan praktik manipulasi harga saham.

Pengalaman dari negara lain menunjukkan bahwa sikap kooperatif membawa hasil positif. Tiongkok dan Yunani, misalnya, memilih merespons penyesuaian MSCI secara teknis dan terbuka. Hasilnya, kedua negara berhasil membenahi struktur pasar modal mereka hingga kembali meraih kepercayaan investor internasional.

Isu penyesuaian status ini menjadi sinyal penting bagi OJK dan BEI untuk mempercepat reformasi di internal bursa. Pembenahan tata kelola secara menyeluruh dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga daya tarik pasar saham Indonesia di mata pelaku pasar global.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

80 Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG, Simak Penjelasan Resmi BEI untuk Investor

21 Okt 2026 - 22:00 WIB

80 Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG, Simak Penjelasan Resmi BEI untuk Investor

Airlangga Hartarto Sebut Kecerdasan Buatan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

21 Okt 2026 - 21:00 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Kecerdasan Buatan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Target Ekonomi RI Tumbuh 6% di 2027, Pemerintah Patok Investasi Mampu Melesat 7%

20 Okt 2026 - 13:00 WIB

Target Ekonomi RI Tumbuh 6% di 2027, Pemerintah Patok Investasi Mampu Melesat 7%

Ekonomi Jepang Melambat di Angka 0,7%, BOJ Diperkirakan Tetap Naikkan Suku Bunga

20 Okt 2026 - 10:27 WIB

Ekonomi Jepang Melambat di Angka 0,7%, BOJ Diperkirakan Tetap Naikkan Suku Bunga

Harga Ayam di Kandang Anjlok, Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar

18 Okt 2026 - 06:00 WIB

Harga Ayam di Kandang Anjlok, Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar
Trending di Finance