JAKARTA — Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih. Hasilnya mengejutkan publik. Enam menteri mencatatkan nilai apresiasi kinerja terendah karena hanya meraih angka di bawah 1 persen atau “nol koma”.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyampaikan hasil survei tersebut dalam paparan publik di Jakarta. Survei ini berlangsung pada 12 hingga 20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia.
“Masyarakat menilai beberapa menteri belum menunjukkan program kerja yang nyata. Akibatnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja mereka masih sangat minim,” ujar Dedi dalam rilis resminya.
Daftar 6 Menteri Skor Nol Koma
Berdasarkan data IPO, berikut enam nama pembantu presiden yang mendapatkan tingkat apresiasi kinerja terendah:
-
Maruarar Sirait (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman): 0,5%
-
Natalius Pigai (Menteri Hak Asasi Manusia): 0,5%
-
Dody Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum): 0,5%
-
Ferry Joko Juliantono (Menteri Koperasi): 0,5%
-
Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan): 0,9%
-
Suahasil Nazara (Pejabat/Wamen Keuangan): 0,9%
Selain minim apresiasi, nama Natalius Pigai dan Raja Juli Antoni juga mendominasi persepsi negatif responden ketika ditanya mengenai menteri dengan kinerja paling disorot.
Kontras Kinerja Papan Atas
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan jajaran menteri di papan atas. Publik memberikan apresiasi tinggi kepada beberapa menteri koordinator dan menteri teknis yang dinilai aktif menelurkan kebijakan populis.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin posisi puncak dengan skor kepuasan 33,0%. Posisi kedua menyusul Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 25,2%, disusul Menko Pangan Zulkifli Hasan sebesar 24,5%.
Survei IPO ini menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen. Hasil ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi efektivitas kerja para menteri yang masih minim kontribusi di mata publik.

















