Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Kebijakan Ekonomi Presiden Siapkan Tameng Pangan Nasional

badge-check

Gunungan karung beras di gudang modern simbol ketahanan pangan nasional. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI") Perbesar

Gunungan karung beras di gudang modern simbol ketahanan pangan nasional. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI")

JAKARTA, klikIndex.com — Arah baru kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto resmi dipaparkan melalui dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) di hadapan DPR RI sebagai jangkar utama membawa Indonesia keluar dari impitan ketidakpastian global.

Melansir laporan resmi dari Sekretariat Kabinet dan Kemenko Perekonomian, pemerintah secara optimistis membidik angka pertumbuhan makro sebesar 6,5 persen.

Langkah berani ini dibarengi target perluasan lapangan kerja formal hingga mencapai 40,81 persen demi mengikis angka pengangguran dan memperkuat daya beli masyarakat di akar rumput.

Visi besar ini bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari nasionalisme ekonomi era Presiden yang menghendaki kedaulatan industri penuh. Berdasarkan rilis Sekretariat Negara, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia harus menyudahi statusnya yang hanya menjadi pasar bagi produk asing.

Melalui penguatan Ekonomi Pancasila, struktur sosial kemasyarakatan akan didorong untuk mandiri dengan memproduksi kebutuhan teknologi dan transportasi secara mandiri di dalam negeri melalui hilirisasi yang masif.

Strategi Presiden Hadapi Krisis Ekonomi Global

Ketahanan domestik menjadi fokus paling krusial dalam strategi Presiden hadapi krisis ekonomi yang saat ini mengintai banyak negara. Pemerintah tidak ingin momentum pembangunan ini goyah oleh sentimen eksternal.

Oleh karena itu, diperkenalkan pula kebijakan wajib simpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) komoditas alam di dalam negeri serta inisiasi pembentukan Bank Emas (Gold Bank) guna mengamankan likuiditas finansial nasional dari guncangan pasar global.

Secara spesifik, cara Presiden atasi krisis pangan dan energi dibuktikan dengan amannya pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah mengumumkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di atas 5,3 juta ton.

Langkah taktis penyediaan lumbung pangan ini menjadi jaminan sosial yang kuat agar masyarakat terhindar dari kelangkaan pangan dunia.

Pada akhirnya, keberhasilan eksekusi dari kebijakan ekonomi Presiden ini akan sangat bergantung pada konsistensi birokrasi dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus melindungi kesejahteraan rakyat jelata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Stok BBM Makassar Diklaim Aman, Tapi Mengapa Antrean SPBU Makin Mengular?

13 Sep 2026 - 11:30 WIB

Stok BBM Makassar Diklaim Aman, Tapi Mengapa Antrean SPBU Makin Mengular?

Warga Makassar Rela Antre Subuh Demi BBM, Kenapa SPBU Masih Sepi Pasokan?

13 Sep 2026 - 01:22 WIB

Warga Makassar Rela Antre Subuh Demi BBM, Kenapa SPBU Masih Sepi Pasokan?

Dilema Segel 21 Badan Usaha Karhutla Tapi Tetap Diizinkan Beroperasi

2 Sep 2026 - 14:40 WIB

Dilema Segel 21 Badan Usaha Karhutla Tapi Tetap Diizinkan Beroperasi

Resmi Ketok Palu: DPR Sahkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026

1 Sep 2026 - 17:03 WIB

Resmi Ketok Palu: DPR Sahkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026

Status Darurat Kalteng Ditetapkan, Siapa Paling Bertanggung Jawab Lahan Terbakar Ini?

1 Sep 2026 - 06:30 WIB

Status Darurat Kalteng Ditetapkan, Siapa Paling Bertanggung Jawab Lahan Terbakar Ini?
Trending di Daerah