Menu

Mode Gelap
Kebijakan Ekonomi Presiden Siapkan Tameng Pangan Nasional Presiden Prabowo Salah Umumkan Kenaikan Gaji Guru, Ini Alasannya Tren Penurunan Jumlah ATM Bitcoin Dunia Batasi Ruang Gerak Transaksi Fisik Mata Uang Kripto Presiden Prabowo Siap Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan RAPBN 2027 di DPR Besok Lupa Jabatannya demi Risol? Intip Momen Lucu Kedekatan Sherly Tjoanda dan Ashanty di Cinere Ketahanan Domestik Jadi Motor Utama, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

News

Kebijakan Ekonomi Presiden Siapkan Tameng Pangan Nasional

badge-check


					Gunungan karung beras di gudang modern simbol ketahanan pangan nasional. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI Perbesar

Gunungan karung beras di gudang modern simbol ketahanan pangan nasional. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI")

JAKARTA, klikIndex.com — Arah baru kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto resmi dipaparkan melalui dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) di hadapan DPR RI sebagai jangkar utama membawa Indonesia keluar dari impitan ketidakpastian global.

Melansir laporan resmi dari Sekretariat Kabinet dan Kemenko Perekonomian, pemerintah secara optimistis membidik angka pertumbuhan makro sebesar 6,5 persen.

Langkah berani ini dibarengi target perluasan lapangan kerja formal hingga mencapai 40,81 persen demi mengikis angka pengangguran dan memperkuat daya beli masyarakat di akar rumput.

Visi besar ini bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari nasionalisme ekonomi era Presiden yang menghendaki kedaulatan industri penuh. Berdasarkan rilis Sekretariat Negara, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia harus menyudahi statusnya yang hanya menjadi pasar bagi produk asing.

Melalui penguatan Ekonomi Pancasila, struktur sosial kemasyarakatan akan didorong untuk mandiri dengan memproduksi kebutuhan teknologi dan transportasi secara mandiri di dalam negeri melalui hilirisasi yang masif.

Strategi Presiden Hadapi Krisis Ekonomi Global

Ketahanan domestik menjadi fokus paling krusial dalam strategi Presiden hadapi krisis ekonomi yang saat ini mengintai banyak negara. Pemerintah tidak ingin momentum pembangunan ini goyah oleh sentimen eksternal.

Oleh karena itu, diperkenalkan pula kebijakan wajib simpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) komoditas alam di dalam negeri serta inisiasi pembentukan Bank Emas (Gold Bank) guna mengamankan likuiditas finansial nasional dari guncangan pasar global.

Secara spesifik, cara Presiden atasi krisis pangan dan energi dibuktikan dengan amannya pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah mengumumkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di atas 5,3 juta ton.

Langkah taktis penyediaan lumbung pangan ini menjadi jaminan sosial yang kuat agar masyarakat terhindar dari kelangkaan pangan dunia.

Pada akhirnya, keberhasilan eksekusi dari kebijakan ekonomi Presiden ini akan sangat bergantung pada konsistensi birokrasi dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus melindungi kesejahteraan rakyat jelata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Salah Umumkan Kenaikan Gaji Guru, Ini Alasannya

20 Mei 2026 - 11:25 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato resmi mengenai kondisi fiskal negara dan kebijakan ekonomi makro di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta

Tren Penurunan Jumlah ATM Bitcoin Dunia Batasi Ruang Gerak Transaksi Fisik Mata Uang Kripto

19 Mei 2026 - 22:31 WIB

Ilustrasi ATM Bitcoin yang tidak beroperasi di kawasan perkotaan.

Presiden Prabowo Siap Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi dan RAPBN 2027 di DPR Besok

19 Mei 2026 - 09:06 WIB

Presiden Prabowo Subianto sedang memberikan pidato di podium Rapat Paripurna DPR RI

Ketahanan Domestik Jadi Motor Utama, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

19 Mei 2026 - 01:31 WIB

Kurs Rupiah Indonesia Melemah Drastis, Menkeu Minta Masyarakat Tak Panik: Ekonomi RI Tetap Kuat!

18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Trending di Headline