Menu

Mode Gelap
BBM Non-Subsidi Naik: Ini 3 Tips Keuangan dan Strategi Saham Biar Dompet Nggak Boncos Siapa yang Membanting Saham UNIC? Mengintip Aksi ‘Smart Money’ di Balik Kejatuhan Harga Pasca-Dividen KDRT di Ranomeeto Konawe Selatan: Suami Tega Tidur 3 Malam Bareng Jasad Istri Proyek Jalan Gowa-Sinjai Tembus 12 Persen, Ini Jalur yang Diklaim Mulus Aturan Pajak Penghasilan UMKM Berubah, CV dan PT Tak Bisa Pakai PPh Final Live Moto3 Mugello 2026: Hasil Balapan Hari Ini dan Drama di Lap Terakhir

News

Kebijakan Ekonomi Presiden Siapkan Tameng Pangan Nasional

badge-check


					Gunungan karung beras di gudang modern simbol ketahanan pangan nasional. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI Perbesar

Gunungan karung beras di gudang modern simbol ketahanan pangan nasional. (Foto: Ilustrasi buatan AI 'Gemini AI")

JAKARTA, klikIndex.com — Arah baru kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto resmi dipaparkan melalui dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) di hadapan DPR RI sebagai jangkar utama membawa Indonesia keluar dari impitan ketidakpastian global.

Melansir laporan resmi dari Sekretariat Kabinet dan Kemenko Perekonomian, pemerintah secara optimistis membidik angka pertumbuhan makro sebesar 6,5 persen.

Langkah berani ini dibarengi target perluasan lapangan kerja formal hingga mencapai 40,81 persen demi mengikis angka pengangguran dan memperkuat daya beli masyarakat di akar rumput.

Visi besar ini bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari nasionalisme ekonomi era Presiden yang menghendaki kedaulatan industri penuh. Berdasarkan rilis Sekretariat Negara, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia harus menyudahi statusnya yang hanya menjadi pasar bagi produk asing.

Melalui penguatan Ekonomi Pancasila, struktur sosial kemasyarakatan akan didorong untuk mandiri dengan memproduksi kebutuhan teknologi dan transportasi secara mandiri di dalam negeri melalui hilirisasi yang masif.

Strategi Presiden Hadapi Krisis Ekonomi Global

Ketahanan domestik menjadi fokus paling krusial dalam strategi Presiden hadapi krisis ekonomi yang saat ini mengintai banyak negara. Pemerintah tidak ingin momentum pembangunan ini goyah oleh sentimen eksternal.

Oleh karena itu, diperkenalkan pula kebijakan wajib simpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) komoditas alam di dalam negeri serta inisiasi pembentukan Bank Emas (Gold Bank) guna mengamankan likuiditas finansial nasional dari guncangan pasar global.

Secara spesifik, cara Presiden atasi krisis pangan dan energi dibuktikan dengan amannya pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah mengumumkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di atas 5,3 juta ton.

Langkah taktis penyediaan lumbung pangan ini menjadi jaminan sosial yang kuat agar masyarakat terhindar dari kelangkaan pangan dunia.

Pada akhirnya, keberhasilan eksekusi dari kebijakan ekonomi Presiden ini akan sangat bergantung pada konsistensi birokrasi dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus melindungi kesejahteraan rakyat jelata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Proyek Jalan Gowa-Sinjai Tembus 12 Persen, Ini Jalur yang Diklaim Mulus

31 Mei 2026 - 11:02 WIB

Aturan Pajak Penghasilan UMKM Berubah, CV dan PT Tak Bisa Pakai PPh Final

31 Mei 2026 - 10:41 WIB

Perbandingan infografis visual antara situasi rapat formal direksi perusahaan besar (PT) yang diberi tanda silang merah dengan suasana ceria pelaku usaha mikro mandiri (UMK) yang sedang membuat konten video dan memegang sertifikat WP OP 0,5% dengan tanda centang hijau.

Live Moto3 Mugello 2026: Hasil Balapan Hari Ini dan Drama di Lap Terakhir

31 Mei 2026 - 10:22 WIB

Hasil Live Moto3 Mugello 2026 drama lap terakhir di sirkuit Italia.

Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD, Ini Jejak Kariernya

31 Mei 2026 - 09:47 WIB

Penghormatan terakhir untuk mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang wafat pada Minggu (31/5/2026). Rekam jejak dan pengabdian sang jenderal infanteri murni ini membekas kuat dalam sejarah pertahanan Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa/Ilustrasi Media)

Rupiah Tembus Rp17.865 per Dolar AS, BI Perketat Pembelian Valas

29 Mei 2026 - 12:25 WIB

Seorang trader memantau pergerakan nilai tukar Rupiah yang merosot tajam ke level Rp17.865 per Dolar AS di tengah langkah intervensi Bank Indonesia.
Trending di Finance