Menu

Otomatis
Breaking News

Hype

Kreativitas Tanpa Batas, Alasan Warga Cianjur Lomba 17-an di Sungai

badge-check

Foto/Video: @detikjabar – Instagram (diolah) Perbesar

Foto/Video: @detikjabar – Instagram (diolah)

Ketika Kemarau Mengubah Aliran Air Menjadi Arena Pesta Rakyat

Duka akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rupanya tidak menyurutkan semangat nasionalisme warga untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Alih-alih mengeluh karena sumber air utama mengalami penyusutan drastis, masyarakat setempat justru menunjukkan resiliensi yang tinggi dengan cara yang tidak biasa.

Dasar sungai yang mengering dan berubah wujud menjadi tanah lapang berpasir luas mendadak disulap menjadi arena perlombaan Agustusan yang meriah.

Sontak, pemandangan unik ini langsung mencuri perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat.

Tradisi “Ngubek Lauk” dan Gelak Tawa di Dasar Sungai

Bagi warga setempat, memanfaatkan cekungan sungai yang mengering bukanlah sekadar ikut-ikutan tren tanpa makna.

Lahan terbuka berukuran cukup luas di dasar sungai tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk menggelar berbagai perlombaan khas 17-an yang akrab dengan gelak tawa.

Mulai dari lomba tangkap ikan bersama atau yang populer disebut warga sekitar sebagai tradisi “Ngubek Lauk”, hingga berbagai permainan rakyat lainnya tumpah ruah di sana.

Suasana kebersamaan yang kental tampak jelas tatkala anak-anak hingga orang dewasa berkerumun, bersorak gembira di atas tanah sungai yang biasanya digenangi air deras.

Penjelasan Resmi Pemerintah Kecamatan Setempat

Menanggapi fenomena viral yang memancing decak kagum sekaligus rasa penasaran warganet ini, pihak kecamatan setempat akhirnya angkat bicara memberikan klarifikasi.

Camat setempat menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh warganya murni merupakan bentuk kreativitas spontan guna merayakan hari kemerdekaan di tengah siklus musim.

Pemerintah kecamatan menilai kegiatan tersebut sebagai wujud kearifan lokal dalam membaca situasi alam, di mana ruang terbuka yang tersedia akibat penyusutan debit air diubah menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.

Kendati demikian, pihak berwenang tetap memberikan imbauan agar warga senantiasa waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem atau kiriman air mendadak dari hulu sungai demi keselamatan bersama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Misteri Pencabutan Laporan Rp3,5 M Ruben Onsu, Ada Perjanjian Rahasia?

31 Agu 2026 - 19:53 WIB

Misteri Pencabutan Laporan Rp3,5 M Ruben Onsu, Ada Perjanjian Rahasia?

Viral Gubernur Sulsel vs Dosen Unhas: Ketika Pohon Pisang di Jalan Rusak Jadi Urusan Politik

9 Jul 2026 - 12:12 WIB

Viral Gubernur Sulsel vs Dosen Unhas: Ketika Pohon Pisang di Jalan Rusak Jadi Urusan Politik

Lupa Jabatannya demi Risol? Intip Momen Lucu Kedekatan Sherly Tjoanda dan Ashanty di Cinere

19 Mei 2026 - 04:30 WIB

Lupa Jabatannya demi Risol? Intip Momen Lucu Kedekatan Sherly Tjoanda dan Ashanty di Cinere

Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul

13 Des 2021 - 07:18 WIB

Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul

Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

13 Des 2021 - 07:02 WIB

Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot
Trending di Hype