Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Aksi Polisi Gulingkan Motor Parkir Liar di RSUD Sinjai Jadi Sorotan, Netizen Terbelah antara Geram dan Maklum

badge-check

(Foto: Dok. Istimewa/Ilustrasi Media) Perbesar

(Foto: Dok. Istimewa/Ilustrasi Media)

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi emosional seorang oknum anggota kepolisian di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial.

Polisi berseragam lengkap tersebut nekat menggulingkan beberapa sepeda motor yang berjejer di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai.

Insiden yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biringere ini langsung viral setelah diunggah ke platform Facebook dan memicu perdebatan publik mengenai etika penertiban di ruang publik.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, aksi nekat ini diduga dipicu oleh kekesalan yang memuncak akibat maraknya parkir liar di kawasan rumah sakit.

Meskipun manajemen RSUD Sinjai telah menyediakan fasilitas kantong parkir resmi, banyak pengunjung dan pembesuk yang tetap memarkirkan motor mereka di pinggir jalan hingga memicu kesemrawutan.

Kondisi tersebut tidak hanya menyumbat akses masuk fasilitas kesehatan, tetapi juga menutup jalur keluar-masuk kendaraan warga sekitar.

Oknum polisi yang kebetulan tinggal di kompleks tersebut dikabarkan kesulitan memarkir mobil pribadinya, hingga akhirnya meledak dan menumbangkan motor-motor yang menghalangi jalan.

Fenomena ini langsung memancing reaksi beragam dari para netizen. Sebagian besar menyayangkan arogansi dan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh aparat penegak hukum tersebut, mengingat ada prosedur penertiban yang lebih elegan ketimbang merusak kendaraan warga.

Namun di sisi lain, tidak sedikit netizen yang justru memberikan pembelaan. Mereka mengaku maklum dan ikut gemas dengan tabiat para pengendara yang bebal dan hobi parkir sembarangan hingga egois mengabaikan kenyamanan publik serta akses darurat rumah sakit.

Hingga saat ini, pihak Polres Sinjai maupun manajemen RSUD Sinjai belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan insiden maupun sanksi yang akan dijatuhkan.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa masalah keterbatasan lahan parkir dan kedisiplinan warga masih menjadi PR besar yang sering memicu konflik horizontal.

Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah tindakan tegas oknum polisi tersebut bisa dibenarkan demi memberi efek jera, atau justru sebaliknya? Tulis komentar Anda di bawah ini!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aliansi Front Marhaenis Sinjai Gelar Aksi, Minta Klarifikasi Terkait Persoalan GSNI

6 Okt 2026 - 07:11 WIB

Aliansi Front Marhaenis Sinjai Gelar Aksi, Minta Klarifikasi Terkait Persoalan GSNI

GMNI Sinjai Tegaskan Sosialisasi GSNI Berizin Resmi, Kecam Dugaan Intervensi Oknum Kepolisian

4 Okt 2026 - 01:42 WIB

GMNI Sinjai Tegaskan Sosialisasi GSNI Berizin Resmi, Kecam Dugaan Intervensi Oknum Kepolisian

Stok BBM Makassar Diklaim Aman, Tapi Mengapa Antrean SPBU Makin Mengular?

13 Sep 2026 - 11:30 WIB

Stok BBM Makassar Diklaim Aman, Tapi Mengapa Antrean SPBU Makin Mengular?

Warga Makassar Rela Antre Subuh Demi BBM, Kenapa SPBU Masih Sepi Pasokan?

13 Sep 2026 - 01:22 WIB

Warga Makassar Rela Antre Subuh Demi BBM, Kenapa SPBU Masih Sepi Pasokan?

Dilema Segel 21 Badan Usaha Karhutla Tapi Tetap Diizinkan Beroperasi

2 Sep 2026 - 14:40 WIB

Dilema Segel 21 Badan Usaha Karhutla Tapi Tetap Diizinkan Beroperasi
Trending di Headline