Menu

Otomatis
Breaking News

Sport

Bukan Sekadar Pindah: Mengapa Kepergian Herry IP Bisa Jadi ‘Blunder’ Terbesar Bulu Tangkis Indonesia Dekade Ini

badge-check

(Foto: Dok. Istimewa/Ilustrasi Media) Perbesar

(Foto: Dok. Istimewa/Ilustrasi Media)

Keputusan Asosiasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) melepas pelatih legendaris Herry Iman Pierngadi pada penghujung tahun 2024 kini mulai memunculkan efek domino yang mengkhawatirkan.

Sosok arsitek di balik kejayaan ganda putra tanah air yang akrab disapa Coach Naga Api tersebut kini telah resmi berseragam tim nasional Malaysia sejak awal Februari 2025.

Kepindahan ini jelas bukan lagi sebuah rotasi pelatih biasa layaknya peristiwa olahraga pada umumnya.

Kenyataan ini justru perlahan menjelma menjadi ancaman paling nyata bagi dominasi ganda putra Indonesia di kancah dunia.

Kehilangan Arsitek Utama Ganda Putra

Publik pecinta bulu tangkis tanah air tentu belum bisa melupakan bagaimana tangan dingin seorang Herry IP mencetak rentetan juara dunia dan peraih medali emas Olimpiade.

Mahakarya nyatanya terukir jelas mulai dari era keemasan Chandra Wijaya dan Tony Gunawan pada masa lampau.

Dedikasi pria yang telah mengabdi di Pelatnas Cipayung sejak 1993 ini juga berlanjut dengan melahirkan fenomena global lewat pasangan The Minions dan ketenangan permainan The Daddies.

Ironisnya, alih-alih dipertahankan sebagai penasihat senior atau direktur teknik, namanya justru terdepak dari susunan pelatih baru hasil rekrutmen pengurus PBSI yang terkini.

Keputusan melepaskan aset berharga ini tak pelak memicu gelombang kekecewaan dan protes luar biasa dari para penikmat bulu tangkis Indonesia di dunia maya.

Efek Instan di Negeri Jiran

Kekhawatiran publik Indonesia terbukti sangat beralasan ketika melihat hasil kerja Herry IP bersama Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) saat ini.

Hanya dalam hitungan bulan sejak ia mulai memimpin pemusatan latihan di Kuala Lumpur, efek instan sang pelatih langsung dirasakan secara signifikan oleh sektor ganda putra negeri jiran tersebut.

Sepanjang gelaran BWF World Tour tahun 2025, Herry IP secara mengejutkan sukses mengantarkan tiga pasangan ganda putra Malaysia berbeda naik ke podium tertinggi.

Pasangan andalan utama mereka, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, berhasil menjuarai turnamen Malaysia Masters serta Kejuaraan Asia dengan menerapkan strategi baru hasil polesannya.

Dominasi mengejutkan itu nyatanya tidak berhenti sampai di situ saja.

Pasangan muda Junaidi Arif dan Yap Roy King juga sukses merengkuh gelar juara di ajang Macau Open yang semakin menyempurnakan portofolio taktik sang pelatih.

Ancaman Menuju Olimpiade 2028

Pencapaian gemilang dan cepat ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa formula rahasia seorang Herry IP kini telah sepenuhnya beralih ke tangan rival abadi Indonesia.

Tim nasional Malaysia saat ini bukan lagi sekadar kuda hitam yang bisa dipandang sebelah mata oleh skuad Merah Putih.

Mereka telah bertransformasi menjadi kandidat unggulan yang siap menjegal langkah wakil Indonesia di berbagai turnamen bergengsi tingkat internasional.

Banyak pengamat olahraga terkemuka menilai bahwa membiarkan seorang legenda hidup menyeberang ke kubu lawan adalah sebuah blunder strategis yang berpotensi menjadi kesalahan terbesar PBSI pada dekade ini.

Jika federasi tidak segera merumuskan racikan pembinaan yang tepat dan revolusioner untuk mengimbangi manuver ini, asa untuk kembali mendominasi Olimpiade Los Angeles 2028 bisa jadi akan menemui jalan buntu.

Waktu jualah yang pada akhirnya akan menjawab apakah bulu tangkis Indonesia mampu melahirkan arsitek baru, atau justru harus terus gigit jari menatap senyum Coach Naga Api di podium kemenangan bersama kubu seberang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Fakta yang Disembunyikan Shin Tae-yong di Balik Sanksi 10 Tahun KFA, Demi Lindungi Pemain?

24 Jul 2026 - 15:13 WIB

Fakta yang Disembunyikan Shin Tae-yong di Balik Sanksi 10 Tahun KFA, Demi Lindungi Pemain?

Tinggalkan Malaysia, Ini ‘Tembok Terakhir’ yang Harus Diruntuhkan Timnas Indonesia untuk Kuasai Ranking FIFA ASEAN

21 Jul 2026 - 06:35 WIB

Tinggalkan Malaysia, Ini ‘Tembok Terakhir’ yang Harus Diruntuhkan Timnas Indonesia untuk Kuasai Ranking FIFA ASEAN

Live Moto3 Mugello 2026: Hasil Balapan Hari Ini dan Drama di Lap Terakhir

31 Mei 2026 - 10:22 WIB

Live Moto3 Mugello 2026: Hasil Balapan Hari Ini dan Drama di Lap Terakhir
Trending di Headline